Senjata Tradisioanl Jawa Barat

Uncategorized

Senjata Tradisioanl Jawa Barat

Senjata Tradisioanl Jawa Barat

Senjata Tradisioanl Jawa Barat – Indonesia diketahui sebagai negara kaya. Ada bermacam-macam bahasa, etnis, dan kultur yang menyediakan sumber energi alam.

Kita bisa memandang bermacam-macam makanan unik dan bermacam-macam wujud rumah di tiap-tiap kawasan. Meski, tiap-tiap tempat mempunyai senjata konvensional sendiri yang mempunyai karakteristik unik dan berbeda.

Kita bisa memandang keunikan wujud, bahan, teknik pembuatan, perhiasan yang dipakai dan bermacam-macam filosofi yang dikandungnya. Kali ini aku akan membahas senjata konvensional Jawa Barat mulai dengan Kojang, Palinkong, Patek, Bedug, Konggrang, Ariet dan Solimat.

Di antara banyak tipe senjata konvensional, kita bisa menyimpulkan bahwa di Jawa Barat sungguh-sungguh kaya dengan kultur tempat sebagai senjata konvensional. Terang bahwa senjata konvensional ini masih ada dan dipakai hingga kini.

1. Senjata Tradisional Jawa Barat (Kujang)

enjata Tradisional Jawa Barat (Kujang) – Kujang merupakan senjata tradisional Jawa Barat oleh orang-orang suci. Kujang berdasarkan orang Sunda berasal dari bahasa kuno merupakan kata Kudi dan Hyang.

Kudi yang berarti senjata dengan tenaga gaib sementara Hyang berarti dewa atau orang Sunda berarti posisi itu di atas Maha. Ini berarti bahwa Kujang merupakan warisan yang mempunyai tenaga yang berasal dari para dewa.

Ukuran senjata golok itu sendiri umumnya berkisar antara 20 sampai 25 cm dan dipakai sebagai kelengkapan untuk baju pria.

Fungsi Kegunaan Senjata Tradisional Kujang

Kujang mengaplikasikan fungsi senjata konvensional

Fungsi dan pemakaian golok itu sendiri untuk orang Sunda mencakup:

1. Pakai sebagai simbol atau simbol.

2. Perlengkapan pertanian.

3. Sebagai hiasan untuk tampilan.

4. Pada zaman kuno itu dipakai sebagai senjata perang.

5. Warisan Kujang, simbol kebesaran dan perlindungan

Variasi-tipe Kujang

Variasi Cogang

Kecuali golok yang unik, dia mempunyai banyak tipe dan wujud. Berikut merupakan sebagian tipe senjata golok yang populer.

1. Kogang Seong. Golok dengan wujud yang mirip dengan Burung Ciung

2. Kujang Terampil. Ayam golok

3. Kujang Reno. Kujang menyerupai unicorn (sebab ada tanduk).

4. Kujang Heron. Kujang seperti bangau

5. Kujang Naga. Wujud Kujang nampak seperti bangau

6. Kujang Penggong wujudnya mirip dengan kodok

7. Kojang Kodi. Senjata golok tipis.

Komponen dan Fungsi Senjata Kujang

Tiap komponen dari Kujang mempunyai fungsi dan kegunaan yang berbeda. Komponen dan fungsi senjata golok mencakup:

1. Papatuk atau Kongo.

Papatuk atau congo merupakan panah dari golok. Spam berfungsi.

2. Eluk atau Silih.

Eluk atau Silih merupakan komponen belakang golok dan berkhasiat untuk merobek tubuh musuh

3. Tangki.

Tangki merupakan lengkungan yang nampak di perut dan komponen depan yang runcing. Sajikan untuk menikam tubuh lawan

4. Mata.

Komponen belakang golok mempunyai lubang kecil mulai dari 5 sampai 9 buah. Sekiranya tak ada lubang atau mata, golok disebut golok buta

5. Kapal perang.

Ini merupakan komponen yang tajam di komponen belakang golok

6. Tangki.

Ini merupakan busur kecil di komponen bawah golok yang disiapkan

7. Baxi.

Sebuah band di komponen belakang yang nampak tajam

8. Slot.

Ini merupakan cincin di tepi golok atau gagangnya

9. Combong

Ini merupakan lubang pada gagang golok

10. Ganja atau miring

Ini merupakan sudut runcing tajam yang menunjuk ke arah ujung golok

11. Kwak.

Kowak merupakan kotak senjata yang terbuat dari Kayu Soma dengan wewangian yang berbeda. Dari sana itu akan mempunyai kesan mistis.

12. Pamor.

Dalam wujud deretan jangkar atau bintik-bintik yang tergambar pada golok. Pamor sendiri berfungsi sebagai poin artistik dan sebagai daerah menaruh racun.

2. Senjata Tradisional Jawa Barat (Bedog atau Golok)

Senjata Konvensional Jawa Barat (Bedog atau Parang) – Bedog atau Golog merupakan senjata khas Jawa Barat. Wujud bedog atau sabit itu sendiri nampak besar, mirip dengan pisau besar yang disebut sabit. Di tiap-tiap tempat di Jawa Barat, mungkin perlu memberi nama sabit atau bubuk, kemudian di tiap-tiap tempat wujud dan wujud berbeda di tiap-tiap kawasan.

Tetapi terlepas dari bermacam-macam perbedaan, kita bisa memandang karakteristik biasanya, merupakan panjang lubang atau sabit sekitar 30 cm sampai 40 cm. Ada juga ukuran lebih dari 40 cm yang disebut kolewang atau disebut gobang.

Variasi dan Fungsi Golok Atau Bedog

Variasi dan fungsi sabit atau bedog bervariasi, berikut merupakan sebagian tipe dan wujud sabit dan fungsinya, termasuk

1. Bedog Gagaplok. Dipakai untuk memotong dan memotong rumput atau tanaman di kebun

2. Sabit Pameuncitan. Panjangnya sekitar 25-27 cm dan lebar sekitar 3 cm. Ini berasal dari kata peuncit dalam bahasa Sunda yang berarti penyembelihan. Itu berarti Bedok dipakai untuk menyembelih binatang.

3. Pamoroan bedok / sabit atau sabit kelangsungan hidup internasional. Mereka mempunyai lebar sekitar 40-50 cm dan lebar 3,5 cm. Pohon ek umumnya dipakai untuk berburu di hutan.

4. Peternakan Bedok / Sabit. Panjangnya sendiri sekitar 25-30 cm dan lebarnya sekitar 4 cm. Menurut namanya, itu berarti bahwa orang Sunda mengaplikasikannya dalam segala aktivitas pertanian dan berkebun.

5. Sabit Pamegelan / Sabit. Panjang daerah tidur sekitar 23-24,5 cm dan lebarnya sekitar 6 cm. Bedog mempunyai wujud yang agak besar, yang dipakai pohon ek untuk penebangan. Dan orang-orang kini menyebutnya golok kelapa.

6. Sabit Sotogayot / sabit. Bedog dengan panjang 25-27 cm dan lebar sekitar 6 cm. Landasan mengaplikasikannya untuk memotong bambu dan kerajinan bambu.

7. Bedok / Sickle Kitchen. Ukuran sabit ini merupakan 20-23 cm dan lebarnya sekitar 4 cm. Dari nama yang sama kita dapat tahu bahwa sabit ini dipakai untuk aktivitas seperti memasak dan memotong bahan bakar. Tetapi, sabit ini berbeda dari sabit daging atau pameuncitan.

8. Sabit Panguseupan. Panjangnya sekitar 17-20 cm dan lebar sekitar 3 cm. Dalam bahasa Sunda, nguseup merupakan berburu, yang berarti sabit ini dipakai untuk memancing di sungai atau di laut

9. Sabit / bedog dengan pesat. Berukuran antara 15-17 cm dan lebar 9 cm. Padahal wujudnya menawan, sabit ini mirip dengan kapak yang dipakai untuk membelah.

Komponen Wujud Golok atau Bedog

Dalam wujud sabit atau bedog mempunyai fungsi sendiri, termasuk:

1. Pegangan bedog parah disebut

2. Bilah yang terbuat dari baja atau besi wilah

3. Pada komponen yang tajam atau pegangan ada komponen yang mengaitkan. Ini disebut tata tertib

4. Bulu bedog disebut beuteng, meskipun komponen yang mematikan disebut tonggong

5. Di kawasan / komponen tepi pisau disebut Kongo

6. Sarung tangan bedog atau parang rantai disebut

3. Senjata Tradisional Jawa Barat (Baliung atau Patik)

Senjata tradisional Jawa Barat (Baliung atau Patik) – umumnya dipakai untuk memotong pohon besar dan membagi kayu, picax, atau batik menjadi kapak.

Panjang pegangannya sendiri merupakan 30 hingga 35 cm dan terbuat dari kayu. Kelebihan senjata lain, terlebih senjata, terbuat dari baja tebal dan tebal di pangkalan.

Pada zaman kuno, nenek moyang orang-orang Saudi mengaplikasikan mimpi ini sebagai aktivitas yang susah seperti penebangan, penggundulan hutan dan pencarian kayu bakar. Hakekatnya signifikan, pun kini orang-orang Jawa Barat, terlebih Sudan di pedalaman, masih menerapkannya.

4. Senjata Tradisional Jawa Barat (Congkrang)

Senjata Konvensional Jawa Barat (Congkrang) – Senjata konvensional Jawa Barat ini mulai menonjol langka dan jarang dipakai atau jarang dijumpai. Congkrang mempunyai wujud seperti sekop namun ukurannya kecil dan dipakai untuk membersihkan rumput di halaman.

5. Senjata Tradisional Jawa Barat (Arit)

Senjata Konvensional Jawa Barat (Arit) – Senjata Konvensional Jawa Barat dalam wujud bulan sabit masih ada di Jawa Barat. Petani umumnya mengaplikasikan senjata tradisional ini untuk memotong rumput untuk memberi makan ternak mereka.

Lazimnya senjata konvensional ini tak cuma di Jawa Barat, namun juga di Madura, yang umumnya disebut sabit, parang Bitawi, dan lainnya.

6. Senjata Tradisonal Jawa Barat (Sulimat)

Senjata Konvensional Jawa Barat (Sulimat) – Orang-orang Jawa Barat juga mengoperasikan merobek-robek tempurung kelapa. Untuk menolong abstraksi di Jawa Barat, ada senjata konvensional yang disebut Sulimat.

Jimat ini berbentuk seperti pisau dengan ujung runcing dan ujung lainnya tersangkut di tanah. Untuk mengaplikasikannya, buah kelapa ditempel pada pisau tajam dan kemudian ditancapkan, lalu ditunjang ke arah lain sampai kulit kelapa terkoyak.

7.  Senjata Tradisional Jawa (Balincong)

Senjata Jawa Tradisional (Balincong) – Senjata tradisional Jawa Barat ini menyerupai sekop, namun yang membedakannya merupakan balingong yang runcing dan tak lebar.  dipakai untuk menggali tanah atau menuntaskan batu.

Balincong ini 2 ujungnya tajam ke arah yang berlawanan. Satu sisi menghadap ke pegangan dan yang lainnya tegak lurus ke pegangan.

Ini merupakan tujuh senjata tradisional Jawa Barat, dan mungkin berkhasiat bagi Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *