PRASASTI CIARUTEUN

Uncategorized

PRASASTI CIARUTEUN

Milenialjoss.com Prasasti ini dikenal keberadaannya bersumber pada laporan dari pimpinan Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen yang menciptakannya di aliran Sungai Ciaruteun, Bogor pada tahun 1863. Pada tahun 1893, letak prasasti berganti sebab diterjang banjir. Perihal itu membuat prasasti terguling sehingga tulisan yang awal mulanya diatas jadi terbalik letaknya serta menghadap ke dasar. Letak prasasti diperbaiki semacam semula pada tahun 1903. Pada Bulan Juli 1981 batu prasasti setelah itu dipindahkan ke atas, ke tempatnya dikala ini di Kampung Muara, Desa Ciaruteun Hilir, Kecamatan Cibungbulang, Bogor. Usaha pemindahan ini dicoba oleh Direktorat Proteksi serta Pembinaan Aset Sejarah serta Purbakala, Kementerian Pembelajaran serta Kebudayaan. Prasasti Ciaruteun disebutkan serta dibahas oleh N. W. Hoepermans( 1864), J. F. Gram. Brumund( 1868), A. B. Cohen Stuart( 1875), P. J. Veth( 1878, 1896), H. Kern( 1882, 1917), R. D. Meter. Verbeek( 1891), C. Meter. Pleyte( 1905/ 1906), N. J. Krom( 1915, 1931), J. Ph. Vogel( 1925), serta R. Meter. Ng. Poerbatjaraka( 1952).

Prasasti Ciaruteun yang terletak di dalam Web Ciaruteun,±19 kilometer sebelah barat energi dari Kota Bogor ini terletak di ketinggian 320 m di atas permukaan laut. Prasasti dituliskan pada sebongkah batu andesit berdimensi besar 151 centimeter, diameter atas 72 centimeter, serta diameter dasar 134 centimeter. Prasasti Ciaruteun terdiri atas 2 bagian, ialah Prasasti Ciaruteun- A serta Prasasti Ciaruteun- B. Pada Prasasti Ciaruteun- A ada tulisan beraksara Pallawa serta berbahasa Sansekerta sebanyak 4 baris yang disusun dalam wujud puisi India dengan irama anustubh, sebaliknya pada Prasasti Ciaruteun- B ada guratan sejoli telapak kaki serta guratan semacam motif laba- laba yang masih belum dikenal maknanya.

Alih aksara Prasasti Ciaruteun- A:

( 1) vikkrantasya vanipateh

( 2) srimatah purnnavarmmanah

( 3) tarumanagarendrasya

( 4) visnor=iva padadvayam

Alih bahasa Prasasti Ciaruteun- A:

“ Inilah sejoli( telapak) kaki, yang semacam( telapak kaki) Dewa Wisnu, yakni telapak kaki Yang Mulia Purnnawarman, raja di negeri Taruma( Tarumanagara), raja yang gagah berani di dunia”.

Bersumber pada isi prasasti, bisa diperoleh data menimpa terdapatnya suatu kerajaan bernama Tarumanagara dengan rajanya Purnnawarman beserta dewa yang dipuja, ialah Dewa Wisnu. Wujud tulisan pada prasasti menampilkan kalau Prasasti Ciaruteun terbuat pada abad V. Prasasti ini sampai saat ini belum terbaca secara tuntas sebab aksara yang digunakan ialah aksara“ kursif”( cursive writing) yang tidak memperlihatkan kesamaan wujud dengan aksara Pallawa standar yang biasa digunakan pada Prasasti Ciaruteun- A. Sebagian sarjana yang sudah membaca serta mentransliterasikannya merupakan J. L. A. Brandes dalam tulisannya bertajukÇri Tji aroe/ eun waça(“ The blesh lord of the Tjiaroe/ eun”);( Pleyte, 1905- 1906: 174 dst.: Vogel, 1925: 24); serta Gram. P. Rouffaer dalam karyanya yang bertajuk Purnnavarmma- padam(“ the foot- print of”). Prasasti Ciaruteun dalam keadaan relatif terpelihara dengan baik serta ditempatkan pada suatu lahan kosong dengan bangunan cungkup.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *