Fakta Menarik Tentang Beruang Kutub

Uncategorized

Fakta Menarik Tentang Beruang Kutub

Beruang Kutub merupakan spesies hewan yang hidup di wilayah yang dingin seperti benua Arktik atau benua Antartika. Beruang Kutub memiliki kulit yang tebal untuk melindungi tubuh mereka dari hawa dingin yang menjadi habitat lingkungan mereka.

Berikut ini beberapa fakta menarik mengenai beruang kutub :

1.    Beruang kutub diklasifikasikan sebagai mamalia laut

Karena mereka menghabiskan sebagian besar hidup mereka di es laut Samudra Arktik, beruang kutub bergantung pada lautan untuk makanan dan habitat mereka, beruang kutub adalah satu-satunya spesies beruang yang dianggap mamalia laut.

2.    Beruang kutub memiliki warna kulit yang hitam

Bulu beruang kutub transparan, dan hanya tampak putih karena memantulkan cahaya tampak. Di bawah semua bulu tebal itu, kulit beruang kutub berwarna hitam legam.

3.    Beruang kutub Dapat Berenang Terus-Menerus Selama Berhari-hari

Selain mencapai kecepatan hingga 6 mph di dalam air, beruang kutub dapat berenang untuk jarak jauh dan terus selama berjam-jam untuk berpindah dari satu es ke yang lain. Cakar besar mereka secara khusus disesuaikan untuk berenang, yang akan mereka gunakan untuk mendayung melalui air sambil memegang kaki belakang mereka seperti kemudi.

4.    Kurang dari 2% perburuan beruang kutub berhasil

Meskipun sekitar setengah dari kehidupan beruang kutub dihabiskan untuk berburu makanan, perburuan mereka jarang berhasil. Mangsa utama beruang kutub adalah anjing laut, meskipun mereka juga akan mencari bangkai atau menerima mamalia kecil, burung, telur, dan tumbuh-tumbuhan.

5.    Para Ilmuwan dapat mengekstraksi DNA beruang kutub hanya dari jejak kaki

Sebuah teknik baru yang inovatif yang dikembangkan oleh WWF dan perusahaan spesialis DNA SPYGEN memungkinkan para ilmuwan untuk mengisolasi DNA dari jejak beruang kutub di salju. Dua sendok kecil salju dari jejak beruang kutub tidak hanya mengungkapkan DNA beruang kutub yang membuatnya, tetapi bahkan dari tanda yang baru saja dimakannya.

6.    Beruang kutub menghadapi lebih banyak  ancaman selain dari perubahan iklim

Sementara perubahan iklim tetap menjadi ancaman terbesar bagi kelangsungan hidup beruang kutub. Kini bertambah dengan industri minyak dan gas yang mengalihkan pandangan ke Arktik, dan bersamaan dengan itu muncul risiko potensial perusakan habitat dari pekerjaan eksplorasi minyak. Kontak dengan tumpahan minyak dapat mengurangi efek isolasi bulu beruang yang mengharuskan mereka menggunakan lebih banyak energi untuk menjadi hangat dan dapat meracuni mereka jika tertelan. Beruang kutub juga dapat terpapar bahan kimia beracun seperti pestisida melalui mangsanya, yang dapat mempengaruhi fungsi biologis beruang dan kemampuan bereproduksi. Mencairnya es laut dari perubahan iklim telah meningkatkan konflik beruang kutub dan manusia ketika beruang kutub yang kelaparan mencari makanan di musim panas. Untungnya, orang-orang belajar untuk beradaptasi dengan kehadiran beruang kutub dan mengambil langkah-langkah pencegahan untuk mengurangi resiko konflik.

7.    Terdapat 19 sub populasi Beruang Kutub

Total populasi sekitar 26.000 beruang kutub liar dibagi menjadi 19 unit atau subpopulasi. Dari jumlah ini hanya 1 sub populasi yang meningkat, 5 stabil dan 4 menurun. 9 sisanya belum dinilai karena mereka kekurangan data.

8.    Beruang kutub jantan lebih berat dari beruang kutub betina

Beruang kutub jantan dapat memiliki berat hingga 800 kg, dan dua kali ukuran betina. Selain fakta bahwa mereka dapat mengukur hingga 3 meter, membuat beruang kutub menjadi karnivora darat terbesar di dunia.

9.    Beruang kutub bisa mencium bau mangsanya hingga jarak 1 KM

Beruang kutub memiliki indera penciuman yang sangat kuat, yang mereka gunakan untuk menemukan lubang pernapasan anjing laut di dalam es. Setelah menemukan lubang, beruang akan menunggu dengan sabar sampai ada tanda anjing laut datang untuk menghirup udara. Mereka bahkan dapat mendeteksi tanda di air di bawah satu meter salju yang dipadatkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *